Banting Stir Pekerjaan, why not?

Tags

,

JobBanting stir tidak hanya dilakukan sopir yang pingin menghindar sesuatu yang mengganggu jalan. Banting stir bisa juga dilakukan di karir kita. Apakah prinsipnya sama dengan sopir tadi? Menghindari sesuatu supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan? Ada benarnya juga mungkin.

Saya ingin share aja apa yang pernah saya alami dimana sudah 10 tahun bekerja di social research, sangat familiar dengan info dan data statistik sosial. Kemudian saya dihadapkan pilihan untuk bekerja di bidang yang agak berbeda yaitu Marketing Research.

Tidak mudah memang mempertaruhkan 10 tahun pengalaman untuk mulai petualangan baru. Yang membuat saya berani ambil resiko adalah tempat baru saya adalah perusahaan yang lebih besar dari tempat lama, dan yang kedua….tebak dong?

Pasti ada yang bilang Gaji lebih besar! Hemm, bukan itu sebenarnya. Yang kedua adalah kepercayaan diri saya bahwa saya akan mampu bekerja! PeDe itu muncul karena pengalaman saya dan informasi pekerjaan yang saya akan kerjakan.

PeDe inilah intinya. PeDe karena kita bisa mengukur kemampuan diri sendiri akan lebih baik untuk banting stir pekerjaan, dibandingkan PeDe karena pendidikan atau kaya harta. PeDe inilah yang membuat kita antusias untuk belajar di tempat baru dan bersosialisasi dengan rekan kerja di tempat baru.

Jadi bagi Anda yang pekerja dan baca blog ini. Be professional di tempat kerja,   dan berprestasilah sebanyak banyaknya. Karena itu semua akan menjadi investasi untuk karir Anda.

Hanya 1 yang kurang dari Kiper Timnas, Kurang Tinggi

Tags

, , , ,

Sebel juga lihat Timnas U19 sepakbola kita di bantai 1-3 ama Brunei yang olahraga mungkin dianggap sepele! Ya sepelelah, wong tidak usah cape disana uangnya banyak!

Saya babak pertama belum menonton langsung, karena pulang kerja udah malam jadi hanya babak ke-2.

Tapi saya coba lihat di Youtube gol gol Brunei. Wuih ternyata golnya cantik nian. Cantik karena yang nendang jago dan kiper kita juga melayang indah sekali, sayangnya bolanya tidak tersentuh tangan kiper kita. Goal buat Brunei.

Saya melihat sepertinya kita butuh kiper jangkung dech, kalau di Belanda, Van De Saar. Itu kiper favorite saya sampai sekarang. Doi udah jangkung, tapi badannya tidak gemuk jadi kalau lompat melayang enak banget di pandang dan tentunya bolanya ditangkap atau minamal di tepis keluar dari gawang.

Katanya Indonesia udah maju, gizi udah tercukupi. Sayang pemain bola kita kebanyakan dari keluarga susah juga sehingga selincah apapun kita masih kekurangan pemain jangkung.

Mad Max, Film yang Mengingatkan Bioskop Trisakti Solo

Tags

, , ,

Ada termasuk generasi saya bukan ya? kelahiran 1975 (** sumpah dech malu bener nyebutin tahun lahir). Tapi kalau iya, hobby nonton film dari kecil tidak?

Kalau Hobby, inget film Mad Max tidak? dulu Mel Gibson masih culun-culun-nya? pakai mobil modifikasi aneh-aneh disesuaikan dengan medan gurun? kalau belum ngeh, googling dulu yach..!

Mad Max termasuk film favorite saya sejak kecil, mungkin SD. Inget betul, saya nonton di Bioskop Trisakti di kota Solo. Nah, ada orang Solo di sini? yang seangkatan saya lho ! pasti jika seangkatan dan sekota, pasti tahu bioskop Trisakti di daerah Singosaren, tepatnya deket perempatan Singosaren.

Bioskop ini termasuk yang paling murah tiketnya dibanding Bioskop Daddy Theater, President Theater atau Solo Theater (di taman Sriwedari dululunya), satu lagi kalau tidak salah UP Theater. Kalau di Jakarta, sepeti Bioskop di Senen itu lho (padahal belum pernah masuk karena filmnya “serem” dan penontonnya mungkin sama seremnya hehehehe).

Lho kenapa Mad Max bisa jadi favorite setelah nonton di Trisakti? ceritanya gini.. dulu ortu kan hobby nonton bioskop juga, saya suka di ajak. Gilanya…setelah nonton, dilanjutkan hunting kaset soundtracknya? sudah bisa nebak dong film jenis apa itu??? Aha benar film India! So dari kecil saya sudah tahu tuch bintang-bintang film India, seperti Amithab Bachan ama Hema Malini.

Nah entah kenapa, Bapak saya kok pingin lihat film barat. Film Mad Max ini lah awal mulanya, dang langsung buat  kaguman dengan film barat.

Gimana tidak kagum dengan film Mad Max ini, yang biasanya film India lihatnya mobil bajaj dan mobil kecil ala mr Bean suka nabrak-nabrak pasar dan jemuran orang!, sekarang di Mad Max, mobil-mobilnya keren banget! hehehehe!madmax

Anak Malas Belajar? Mungkin Ayah Suka Pulang Malam kaleee!

Tags

, ,

Bagi ayah-ayah yang sudah punya anak yang sudah sekolah, apakah anak Anda malas belajar? kalau ada, mungkin Anda mirip dengan saya.

Jaman sekarang, anak sangat mudah mengakses informasi baik dari media TV, Internet, Handphone dan masih banyak lagi Gadget yang beredar. Salah kah kita, Anak punya akses tersebut? Hemmm pasti jawabannya macem…ingat kata Gus Dur “Agama melarang adanya Perpecahan, bukan Perbedaan”!.

Ya, perbedaan pendapat pasti ada ya. Anak saya termasuk yang akses media dan internet (di HP) termasuk longar. Cuma saya bertanya juga apakah ada peran Ayah yang saya lupakan untuk bisa membuat anak saya rajin belajar?

Kalau kita Ortu-ortu selalu menyalahkan anak karena malas belajar, tidak fair juga dan tidak ada efek positif jika solusi yang kita berikan ke anak karena dari sisi Anak.

Kalau saya pribadi melihat, mungkin ada beberapa masalah di saya (sebagai ayah) yang belum saya lakukan buat anak? O iya, seperti pembatasan akses tadi, yang lain? banyak tentunya kalau kita berani bercermin! Serius nich, ini bercermin kiasan lho, bukan bercermin udah gantengkah kita di kamar mandi !!!

Saya termasuk ayah yang suka bekerja di kantor sampai pulang malam. Anak udah tanya tuch, Papa kenapa sich pulang malam mulu??? kena dech loe…kata Istri saya!

Benar, ternyata anak mengharapkan ayahnya untuk mendapingi ketika belajar. Anak saya tahu, ayahnya juara kelas di SD (sombong dikit ya), jadinya jika anak belajar, minimal ada tempat untuk bertanya dan ada solusinya. jangan takut solusinya benar atau salah, yang penting kita bisa respon apa yang ditanyakan, kalau tidak ada solusi, cari saja di buku pelajaran anak bersama-sama dengan anak.

Kenapa anak tidak tanya ke Istri (yang biasanya lebih ontime pulang kerja)? nah ini dia yang jadi pelajaran, tetap saya Anak bisa menilai kemampuan Ayah dan Ibu dalam memberikan solusi saat belajar. Ya tadi mungkin Ayahnya lebih jago waktu SD-nya dulu…Juara Kelas gitu lho! wuakakakaka!

Selamat jadi Ortu…hidup memang tantangan!

Gara-gara Perut, Istri Nagih tiap Malam

Memang siapa sich yang tidak ingin penya perut sixpack (semoga tidak salah spell). Buat cowok kurus memang untuk buat perut bagus lebih mudah dibanding cowok yang terlanjur gemuk. Ini persepsi aku karena aku termasuk gendut.
Begitu juga pasangan kita pasti akan lebih suka kalau cowok sehat dan atletis.
Pun termasuk istriku, pingin banget aku bisa kurangi berat badan. Ya tidak perlu sixpact lah…takut fan saya bisa nambah lagi. xi xi xi

 

Akhirnya sekarang ada program sit up sebelum tidur. Lha si kecil jadi suka karena melihat papanya lucu lihat gerakan tidur bangun lagi.

Makanya anakku suka pegang kaki ku saat sit up.
Makanya, tidak hanya istri yang nagih, si anak pun mau main main sit up.

Semoga sehat, walaupun tidak sixpack yahhh.

Ide itu tidak turun dari langit, tapi dari mata, telinga, hidung, lidah.

Aku kebetulan dan benar-benar beruntung, menjadi salah satu karyawan yang diberi tugas untuk meperbaiki proses yang berjalan di kantor. Bangga di depan orang, gigit jari kalau udah sendirian, lha berarti kerjaan nambah, gaji sama aja xi xi xi.

Tapi benar, dengan masuk di team “trio kwek kwek” (karena 3 orang imut-imut) ini. aku bisa banyak belajar.

Segala ide kita keluarkan dalam diskusi, dan semua kadang ide bagus, kadang cuma yang penting ngomong (seolah-olah ada kontribusinya xi xi xi).

Tapi yang aku pelajari, apapun Ide-nya yang bagus itu bukan turun tiba-tiba dari langit, tetapi ide kadang muncul setelah kita mendengar, melihat, meraba, mencium…pokoknya manfaatkan panca indra kita, maka ide muncul. Apa pasti muncul? ya belum tentu, kalau panca indra tidak nyambung ke pikiran kita ya sama aja, atau pikiran kita lagi crowded, bad mood, ya sampah juga ide-nya. Jadi bersihkan pikiran, denger baik-baik, lihat lebih detail, cium lebih hot, ide akan tiba-tiba BLINK!

Jilboobs? Oh my God, kok baru tahu sih!

Tags

,

green-papaya_1Dengan ini saya menyatakan katrok, tidak gaul, cupu,…(dll), karena baru tahu istilah jilboobs. Berawal dari browsing berita di detikcom, nyambunglah ke Wolipopcom, baru tahulah istilah Jilboobs ini. Dan mata saya langsung 100 watt setelah googling image tentang jilboobs. Nano Nano dech rasanya, mulai menghujat, kecewa dengan perilku jilboob, kecewa kok aku baru tahu, kagum buat sebagian jilboobs yang memang nice looking, curious sepertinya sering liat jilboobs disekitar kita (mau pantry check ya Mas? **istilah survei nih).

Tapi akhirnya semua pikiran tentang Jilboobs itu aku buang jauh jauh karena ini udah malam, masih di kantor, malam jumat lagi, dan Istri dan anak menunggu di rumah….cabuuutt.

Without a Spoon, Stir with a Coffee Instant Wrap

JpegSiang-siang ngantuk, enakan ngopi yach. Di Kantor, aku pasti sedia kopi sachet. Cangkir dan air panas ada, tapi sendok? Puyeng juga, barang kecil ini tidak bisa bertahan lama di meja, pasti lenyap entah kemana? mungkin OB yang cuciin mug saya lupa atau memang susah identifikasi (bahasanya berat banget ya…).

Tapi tidak perlu takut, kalau urusan kopi dan aduk-aduk, gampang, bungkus kopi instant bisa lho dimanfaatkan. Asal…asalkan: beli kopi sachet sebaiknya di Supermarket, biar tidak ketengan kayak di jalan maksud saya,….! Jadi siapin uang lebih tentunya, karena minimal musti beli 5 sachet yang dibungkus rapi. Nah lumayan bersih kan…!

Bisa dicoba di kantor ya….buat yang jijik…silahkan pinjem sendok ke Pantry ya…! hehehe

Peanut oh Peanut, can’t stop to eat you

JpegBekerja habis lebaran yang paling aku suka adalah banyaknya sharing oleh-oleh dari kampung masing-masing. Karena saya tidak mudik, terpaksa oleh-oleh yang saya share cuma kue lebaran “kastangel” (semoga tidak salah spell).

Nah ternyata ada teman dari Jepara, kasih Kacang bawang seperti di gambar, aha kacang kesukaanku dan ini kacang kecil-kecil tetapi rasanya bawang bangeet dan tidak berminyak, mantab.

Untung saya tidak punya “lahan” untuk jerawat tumbuh, aman!

Lebih Baik Diskusi Dibanding Presentasi

Saya hanya punya waktu 1 jam untuk presentasi tentang kinerja sebuah team lain. Menurut pengalaman saya sebelumnya, ini tidak punya efek perbaikan. Setiap kita menunjukan low performance team/orang lain, umumnya akan di counter. Dan umumnya debat debut ini tidak bisa menciptakan sebuah action yang penting untuk perbaikan, kalaupun ada paling tidak bertahan lama.

Dan ketika saya rubah menjadi acara diskusi, untuk menggali masalah team, ternyata mereka bisa respek atau terpancing saya tidak yakin juga, yang jelas rootcause akan keluar sendiri dari mereka dan kalau bisa kita arahkan, akan menghasilkan kesepakatan bersama. Nah tidak ada konflik semua senang kan!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 675 other followers